PIKIRANMERDEKANEWS.COM, Jakarta, 11 Agustus 2026 – Pertumbuhan industri data center Indonesia yang semakin pesat membuat kebutuhan terhadap infrastruktur digital yang efisien dan berkelanjutan menjadi semakin mendesak. Di tengah meningkatnya kebutuhan cloud computing, artificial intelligence (AI), dan layanan digital, konsep green data center mulai menjadi salah satu faktor penting dalam pembangunan pusat data di Indonesia.
Pembahasan mengenai green data center Indonesia tersebut mengemuka dalam Indonesia International Data Center & Cloud Summit & Expo (IIDCC) 2026 yang berlangsung pada 11–13 Agustus 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta.
Pada hari pertama penyelenggaraan, IIDCC 2026 menghadirkan diskusi bertajuk “Green Energy for Data Center and Cloud Infrastructure”. Forum tersebut membahas bagaimana efisiensi energi dan keberlanjutan dapat diintegrasikan ke dalam pembangunan serta pengoperasian infrastruktur data center.
Diskusi menghadirkan Joedy Lim, Segment Leader – Data Center Electrification Distribution Solution ABB Indonesia, bersama Adam Aditya Nugraha dari PT Indosat Tbk dan Sri Budiman dari PT Cipta Utama Andalan. Diskusi dipandu oleh Ryo Ardian sebagai moderator.
Usai mengikuti sesi diskusi, Joedy Lim mengatakan perkembangan industri data center di Indonesia saat ini berlangsung sangat cepat. Kondisi tersebut membuat penerapan prinsip efisiensi dan keberlanjutan tidak lagi dapat dipandang sebagai pilihan tambahan.
“Pada prinsipnya sekarang data center sedang ramai-ramainya, sedang marak-maraknya,” ujar Joedy kepada awak media.
Menurutnya, pertumbuhan pusat data harus dibarengi dengan pemanfaatan teknologi yang mampu menjaga efisiensi energi tanpa mengurangi tingkat keandalan fasilitas.
“Topik hari ini adalah bagaimana menjalankan data center itu bentuknya green data center,” katanya.
Joedy menjelaskan bahwa green data center tidak hanya berkaitan dengan penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan. Konsep tersebut harus diterapkan secara menyeluruh sejak tahap perencanaan dan desain hingga pemilihan perangkat serta pengoperasian data center.
“Prinsipnya adalah bagaimana seefisien mungkin, apakah dari sisi desain, sisi perangkat ataupun sisi operasi,” jelasnya.
Pendekatan tersebut menjadi semakin penting karena konsumsi dan kebutuhan kapasitas data terus meningkat. Perkembangan artificial intelligence, cloud computing, komputasi berperforma tinggi, penyimpanan data serta berbagai platform digital membutuhkan infrastruktur pusat data dengan kapasitas dan kemampuan pemrosesan yang semakin besar.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam IIDCC 2026, nilai pasar data center Indonesia diperkirakan mencapai sekitar US$4,01 miliar pada 2024. Nilai tersebut diproyeksikan meningkat signifikan menjadi sekitar US$11,19 miliar pada 2029.
Dari sisi kapasitas, IT load data center Indonesia pada 2024 berada di kisaran 647 MW. Sementara itu, volume pasar data center diperkirakan tumbuh dari sekitar 0,65 ribu MW pada 2024 menjadi sekitar 1,41 ribu MW pada 2029.
Angka tersebut menggambarkan besarnya potensi pertumbuhan industri data center di Indonesia. Namun, ekspansi kapasitas juga membawa konsekuensi terhadap kebutuhan energi dan infrastruktur kelistrikan.
Karena itu, sistem kelistrikan dan distribusi daya menjadi salah satu elemen krusial dalam memastikan data center mampu beroperasi secara stabil sekaligus mengoptimalkan penggunaan energi.
Bagi ABB Indonesia, tantangan tersebut membuka ruang bagi penerapan teknologi elektrifikasi dan distribusi daya yang semakin efisien. Efisiensi tidak hanya berkaitan dengan penghematan energi, tetapi juga bagaimana sistem dirancang agar mampu memberikan keandalan dan kontinuitas operasional.
Pembangunan data center ke depan pun dipandang tidak cukup hanya berorientasi pada penambahan kapasitas. Faktor energy efficiency, reliability dan sustainability perlu ditempatkan sebagai bagian dari perencanaan sejak awal.
Mulai dari desain bangunan, sistem kelistrikan, pemilihan perangkat, sistem distribusi daya hingga pola operasional perlu dipertimbangkan secara terintegrasi untuk menciptakan data center yang lebih efisien.
Diskusi “Green Energy for Data Center and Cloud Infrastructure” di IIDCC 2026 memperlihatkan bahwa transformasi menuju green data center mulai menjadi bagian penting dalam arah perkembangan industri pusat data nasional.
Dengan pertumbuhan pasar yang diproyeksikan terus meningkat, penerapan teknologi hemat energi dan infrastruktur yang berkelanjutan diperkirakan akan semakin menentukan daya saing data center Indonesia.
Green data center pada akhirnya bukan hanya tentang mengurangi konsumsi energi, tetapi tentang membangun infrastruktur digital yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dalam jangka panjang secara efisien, andal dan berkelanjutan.












