PIKIRANMERDEKANEWS.COM, JAKARTA – Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) mendorong agar perkembangan teknologi nasional tidak berhenti pada tahap pameran, tetapi dilanjutkan menjadi kerja sama, investasi, riset, transfer teknologi, hingga implementasi nyata di berbagai daerah.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum DPP APTIKNAS sekaligus Ketua Umum DPP APKOMINDO, Ir. Soegiharto Santoso, S.H. atau yang akrab disapa Hoky, saat menghadiri Opening Ceremony Indonesia International Smart City Expo & Forum (IISMEX) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Kehadiran Hoky dalam pembukaan IISMEX 2026 menjadi bagian dari dukungan APTIKNAS terhadap pengembangan ekosistem smart city di Indonesia. APTIKNAS tercatat telah mendukung penyelenggaraan Indonesia International Smart City Expo & Forum sejak awal pelaksanaannya pada 2017.
Menurut Hoky, konsistensi penyelenggaraan IISMEX memiliki arti penting karena transformasi menuju kota cerdas membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, industri teknologi, akademisi, asosiasi, dunia usaha, hingga pemerintah daerah harus berada dalam ekosistem yang sama untuk menghasilkan solusi yang benar-benar dapat diterapkan.
“Kami memberikan apresiasi kepada Napindo yang secara konsisten menghadirkan IISMEX dan berbagai platform teknologi strategis. Bagi APTIKNAS, kegiatan seperti ini bukan sekadar pameran, tetapi menjadi ruang bertemunya pemerintah, industri, akademisi, asosiasi, dan pelaku teknologi untuk mencari solusi nyata bagi berbagai tantangan pembangunan,” ujar Hoky.
Ia menilai konsep smart city saat ini tidak lagi dapat dipahami sebatas digitalisasi layanan pemerintahan. Perkembangan kota membutuhkan integrasi teknologi dalam berbagai sektor yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Pengelolaan air, energi, lingkungan, sampah, keamanan, mobilitas, infrastruktur digital, hingga pelayanan publik merupakan bagian dari ekosistem kota cerdas yang membutuhkan dukungan teknologi dan kolaborasi lintas sektor.
“Smart city pada akhirnya bukan hanya tentang teknologi digital. Bagaimana kita mengelola air, energi, lingkungan, keamanan, mobilitas, dan pelayanan publik secara terintegrasi juga merupakan bagian dari smart city. Karena itu, kolaborasi lintas sektor seperti yang dihadirkan dalam kegiatan ini menjadi sangat penting,” tegasnya.
Pernyataan Hoky tersebut sejalan dengan pesan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam Opening Ceremony. Dalam sambutannya, AHY menekankan pentingnya ketahanan air sebagai salah satu agenda strategis pembangunan nasional.
AHY menilai persoalan air memiliki keterkaitan dengan ketahanan pangan, energi, kesejahteraan masyarakat, dan keberlanjutan pembangunan. Pemerintah juga dinilai membutuhkan kolaborasi dengan pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, dan industri untuk menghasilkan solusi atas berbagai tantangan tersebut.
Bagi Hoky, isu ketahanan air yang diangkat dalam forum tersebut semakin memperlihatkan bahwa pembangunan smart city membutuhkan pendekatan yang lebih luas.
Teknologi harus mampu membantu pemerintah daerah mengelola sumber daya secara lebih efisien, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mengantisipasi berbagai persoalan perkotaan yang semakin kompleks.
Karena itu, APTIKNAS mendorong agar teknologi yang diperkenalkan dalam berbagai pameran dapat masuk ke tahap implementasi. Menurut Hoky, peluang kolaborasi dapat dikembangkan melalui kerja sama bisnis, investasi, joint research, pengembangan produk, maupun transfer teknologi.
“Keterlibatan industri teknologi nasional perlu terus diperkuat agar berbagai solusi yang ditawarkan tidak berhenti pada tahap pameran, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama, investasi, riset, transfer teknologi, dan implementasi nyata di berbagai daerah,” kata Hoky.
Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan solusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan domestik. Penguatan industri teknologi dalam negeri menjadi penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu mengembangkan dan memproduksi solusi yang relevan dengan karakteristik persoalan di dalam negeri.
Dalam konteks tersebut, APTIKNAS melihat keberadaan IISMEX sebagai momentum untuk mempertemukan kebutuhan pemerintah dan daerah dengan kemampuan industri teknologi nasional.
Menurut Hoky, asosiasi memiliki posisi strategis untuk memperkuat komunikasi antara pelaku industri dan pemangku kepentingan. Dengan jejaring yang luas, APTIKNAS dapat menjadi bagian dari upaya mempertemukan penyedia teknologi dengan kebutuhan pembangunan di berbagai sektor.
IISMEX 2026 sendiri diselenggarakan PT Napindo Media Ashatama bersamaan dengan Indo Water 2026 Expo & Forum, Indo Waste & Recycling, Indo Renergy & Electric, Indo Security, dan Indo Firex.
Rangkaian pameran tersebut tahun ini menempati area sekitar 20.000 meter persegi dengan lebih dari 700 peserta dari 23 negara. Selain pameran produk dan teknologi, agenda juga diisi forum diskusi, seminar, pelatihan, technical product presentation, spotlight zone, coaching clinic, hingga live demonstration.
Hoky menilai penyatuan berbagai sektor dalam satu rangkaian pameran memberikan gambaran bahwa pembangunan kota modern tidak dapat dilakukan secara sektoral.
“Ketika kita berbicara mengenai smart city, kita juga berbicara mengenai air, energi, lingkungan, keamanan, mobilitas dan infrastruktur. Semuanya saling berkaitan dan membutuhkan teknologi serta kolaborasi,” ujarnya.
APTIKNAS berharap forum seperti IISMEX dapat menghasilkan tindak lanjut yang konkret. Pertemuan antara pemerintah dan industri diharapkan tidak hanya menghasilkan pertukaran informasi, tetapi berkembang menjadi proyek bersama, investasi, penelitian, pengembangan teknologi, serta penerapan solusi di lapangan.
Hoky juga menilai keterlibatan akademisi dan lembaga riset perlu diperkuat agar inovasi yang dikembangkan industri memiliki basis penelitian yang kuat. Di sisi lain, pemerintah daerah dapat berperan sebagai pengguna sekaligus pemberi masukan terhadap kebutuhan teknologi yang benar-benar diperlukan masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, transformasi smart city di Indonesia diharapkan tidak sekadar mengejar penggunaan teknologi terbaru, tetapi mampu menciptakan sistem kota yang lebih efektif, efisien, aman, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Kehadiran Ketua Umum DPP APTIKNAS dalam Opening Ceremony IISMEX 2026 sekaligus menegaskan dukungan asosiasi terhadap penguatan industri teknologi nasional serta kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan pembangunan Indonesia.
IISMEX 2026 berlangsung pada 11–13 Agustus 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, bersama Indo Water 2026 Expo & Forum, Indo Waste & Recycling, Indo Renergy & Electric, Indo Security, dan Indo Firex.












