KDN News, Jakarta.- Dr. M.H. Andrian, ST., MBA yang dikenal sebagai King of Nusantara Sultan Paser 18, resmi dilantik sebagai President Africa Asia Middle East Chambers of Commerce (AAMECC) Indonesia dalam sebuah forum bisnis internasional di VERDANT Grand Ballroom, ARTOTEL Living World Kota Wisata Cibubur, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari deklarasi AAMECC Indonesia yang mengusung tema “Global Synergy of Local Wisdom for a Golden Indonesia: Harmony Indonesia”. Forum ini mempertemukan sejumlah delegasi internasional, pelaku usaha, tokoh masyarakat, serta perwakilan berbagai elemen nasional.
Dalam momentum tersebut, AAMECC Indonesia memperkenalkan gagasan Harmony Indonesia 1881 sebagai sebuah narasi yang menempatkan kearifan lokal sebagai kekuatan dalam membangun hubungan ekonomi dan kerja sama internasional.
Sultan Paser 18 menyampaikan bahwa kolaborasi lintas negara harus mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, hubungan internasional tidak semestinya hanya menghasilkan pertemuan dan kesepakatan, tetapi juga perlu diterjemahkan menjadi program nyata yang menyentuh sektor ekonomi dan kehidupan masyarakat.
“Forum ini adalah bukti bhakti karya kami untuk bangsa. Melalui Trilogi Perjuangan AAMECC di bidang Ekonomi, Pangan, dan Energi, kami ingin memastikan sinergi global tidak melupakan kearifan lokal,” ujar Dr. M.H. Andrian.
Tiga sektor tersebut, yakni ekonomi, pangan dan energi, menjadi fokus utama yang akan didorong AAMECC Indonesia. Ketiganya dinilai memiliki keterkaitan erat dengan ketahanan nasional sekaligus membuka peluang kerja sama dengan mitra usaha dari kawasan Asia, Afrika dan Timur Tengah.
Melalui jaringan AAMECC Global, organisasi tersebut berupaya mempertemukan potensi daerah di Indonesia dengan investor, pengusaha dan mitra strategis internasional. Dengan demikian, peluang investasi diharapkan tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga dapat berkembang di berbagai daerah.
Forum Harmony Indonesia 1881 juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan Indonesia melalui pendekatan kearifan lokal. Delegasi dari China, Kenya, Mauritius, Jepang, Singapura, Malaysia dan Kamboja turut hadir bersama sejumlah pelaku usaha nasional.
Selain aspek ekonomi, AAMECC Indonesia juga menaruh perhatian pada penguatan ketahanan pangan. Salah satu agenda yang disiapkan adalah program AAMECC Smart Farming yang diarahkan untuk mendorong pemanfaatan teknologi dan peningkatan produktivitas sektor pertanian.
Agenda lainnya mencakup rencana Forum Bisnis Berbasis Kearifan Lokal di Maluku serta Forum Bisnis dan Investasi di Bali. Forum di Bali ditargetkan menghadirkan 101 pengusaha dari kawasan Asia, Afrika dan Timur Tengah untuk membuka peluang kemitraan dan investasi baru.
Kegiatan tersebut berlangsung berdekatan dengan momentum peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Semangat kemerdekaan kemudian dikaitkan dengan gagasan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang memiliki kemampuan membangun kemitraan sekaligus memanfaatkan potensi ekonomi nasional.
Sejumlah tokoh nasional dan delegasi internasional turut menghadiri forum tersebut. Di antaranya President Global AAMECC Mr. G. Peter Mutinda, perwakilan Ketua DPD RI, perwakilan Menteri Kebudayaan RI, perwakilan Dewan Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek, perwakilan Deputi POLHUKAM Setduk Kabinet RI, perwakilan Gubernur Maluku, serta sejumlah tokoh lainnya.
Pelantikan Sultan Paser 18 sebagai President AAMECC Indonesia sekaligus menjadi awal dari agenda baru organisasi dalam memperluas jejaring kerja sama internasional. Melalui semangat Harmony Indonesia 1881, AAMECC Indonesia membawa visi untuk menghubungkan kekuatan ekonomi global dengan potensi daerah, budaya dan kearifan lokal Indonesia demi mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.












